~Belajar Untuk Tidak Hanya Menjadi Generasi Pintar~
Teringat akan pesan Bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pesan Bung Karno ini menunjukan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan bangsa. Dengan keberanian dan semangat nasionalisme dari para pemuda bisa memerdekakan Indonesia pada peristiwa Rengasdengklok. Bagaimana dengan generasi sekarang?
Generasi sekarang, atau yang disebut dengan anak-anak muda zaman now, dan atau dikenal dengan sebutan generasi millenials, apa sih generasi millennials itu?
Generasi millennials adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980 hingga awal tahun 2000. Dengan kata lain, generasi millennials ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Generasi millennials memiliki ciri khas anak muda yang aktif dan menyukai tantangan dalam mewujudkan mimpinya, generasi millennials selalu mencari hal-hal yang disukainya (passion) dan berani beda dengan orang lain.
Sejalan dengan itu, banyak fakta dan opini yang beredar tentang generasi millenials, tidak semuanya benar dan tidak semuanya salah. Namun tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa generasi millennials adalah anak muda yang masih “bau kencur” alias belum berpengalaman, belum matang dalam berpikir, belum stabil secara emosi, dan cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme. Mereka cenderung menginginkan hal yang instan dan tidak menghargai proses.
Disinilah peran kita sebagai pemuda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, yang harus membuktikan dengan menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk mencapai kesuksesan yang sempurna. Pemuda diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran yang kreatif dengan metode thinking out of the box, sehingga dunia tidak melulu hanya dihadapkan pada hal-hal jaman old yang itu itu saja dan tidak pernah berkembang. Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini. Seperti yang dikatakan Mahatma Gandi, “Be the change you wish to see in the world “. Jangan mengandalkan orang lain untuk melakukan perbaikan, tapi kita harus mau turun tangan untuk melakukan perbaikan yang kita inginkan.
Tidak dapat disangkal bahwa perkembangan teknologi semakin canggih sehingga makin banyak pula tantangan yang dihadapkan pada generasi millennials. Generasi milennials adalah generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya.
Sekarang segala sesuatunya bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja, dari siapa saja dan kapan saja. Generasi masa kini harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan pun semakin tinggi. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, harus kreatif dan apabila tidak, dalam beberapa tahun ke depan mungkin posisi kita sudah digantikan oleh robot atau program komputer.
Kita juga bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar, tapi kita juga bisa menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak benar.
Sehqrusnya kita menolak lupa tentang kearifan lokal yang menjadi sejarah yang sudah terjadi, dan sebuah proses adalah menuju kesuksesan
BalasHapussetuju
BalasHapus👍
BalasHapusBagus zha, semangat terus
BalasHapus