7 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Ketika Diet
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. Berbeda dalam penyebutan di beberapa negara, di Indonesia kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu.
Asupan nutrisi seseorang sangat berpengaruh terhadap massa tubuhnya. Pola makan yang seimbang akan memberikan kecukupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita, sehingga tubuh kita akan berfungsi dengan baik.
World Health Organization (WHO) menganjurkan setiap individu untuk memiliki energi dan berat badan yang sehat dan seimbang. Cara menurunkan berat badan yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak aktivitas (berolah raga), dan mengurangi asupan kalori (mengurangi porsi makan tetapi tetap menjaga nilai gizi).
Dengan menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menimbulkan berat badan atau asupan kalori yang berlebih juga salah satu cara kita agar diet sehat berhasil. Berikut adalah jenis makanan dan minuman yang harus dihindari saat menjalani diet :
1. Jus dalam kemasan
Untuk keberhasilan diet, konsumsilah jus yang diolah langsung dari buah segar, tanpa tambahan gula. Mengonsumsi buah dan sayur dapat mencukupi kebutuhan serat. Serat dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama, sehingga makan lebih sedikit. Serat juga berperan dalam kesehatan pencernaan, mengontrol gula darah, dan menurunkan kolesterol.
2. Kentang goreng dan keripik
Kentang adalah salah satu sumber yang enak dan mudah diolah. Selain nyaris tidak mengandung lemak, kalori pada kentang tergolong rendah, yakni hanya sekitar 90 per 100 gram kentang. Namun, cara penyajian kentang ikut menentukan kandungan gizinya. Kentang goreng dan keripik kentang mengandung kalori tinggi. Kedua jenis camilan ini merupakan makanan yang perlu kita hindari saat sedang melakukan diet. Studi menunjukkan, satu porsi kentang goreng dan keripik kentang sangat memengaruhi peningkatan berat badan dibandingkan makanan lainnya. Selain itu, menggoreng dapat memunculkan senyawa acrylamides yang dapat memicu kanker. Merebus dan mengukus adalah cara terbaik untuk menjaga nutrisi pada kentang.
3. Kue-kue
Kue diolah dari campuran tepung, gula, dan mentega. Selain mengandung lemak jenuh, kue mengandung kalori tinggi dan rendah nutrisi. Mengonsumsi kue justru membuat kita mudah lapar, sehingga malah membuat makan lebih banyak. Jika ingin mengonsumsi makanan manis, pilihlah cokelat hitam. Semakin tinggi kadar cokelat, semakin baik kandungan nutrisinya. Cokelat hitam memiliki antioksidan yang lebih tinggi dari coklat susu. Cokelat susu terdiri dari gula tambahan dan lemak tidak baik untuk diet.
4. Es krim
Es krim memang menggoda, tapi di baliknya ada kandungan kalori dan gula yang tinggi. Karena kelezatannya, kita pun akan sangat mudah mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Jika tetap ingin mengonsumsinya, kita bisa membuat sendiri dengan pilihan bahan-bahan yang lebih sehat, seperti yoghurt dan buah-buahan.
5. Roti Putih
Menyantap roti putih dengan selai atau mentega merupakan pilihan sarapan yang mudah dan mengenyangkan. Tapi bagi kita yang sedang diet, disarankan mengganti menu sarapan ini dengan oats. Pasalnya, sebuah studi mengungkap, setangkup roti meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan obesitas sebanyak 40 persen. Alternatif lain adalah mengonsumsi roti gandum utuh alih-alih roti putih. Dalam sebuah penelitian, orang-orang yang menjalani diet rendah kalori dengan menu roti gandum utuh, kehilangan lebih banyak lemak perut dibandingkan mereka yang menyantap roti putih dan nasi putih. Meski lebih sehat, konsumsi roti gandum harus disesuaikan, sesuai dengan kebutuhan kalori kita.
6. Minuman dalam kemasan
Minuman dalam kemasan karton atau kaleng mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman manis dapat berdampak buruk pada kesehatan dan menaikkan berat badan. Minuman dalam kemasan ini termasuk soda, minuman berenergi, minuman isotonik, kopi kalengan, dan teh dalam kemasan.
7. Makanan dengan gula tambahan
Saat ini banyak produk dengan tambahan gula. Gula lebih dikenal dengan nama sukrosa, maltosa, atau fruktosa. Cara mengenalinya adalah dengan membaca label yang tertera pada kemasan. Kelebihan gula dapat meningkatkan obesitas dan penyakit jantung. Makanan berlabel rendah lemak atau bebas lemak tidak selamanya sehat. Hal ini karena tambahan gula diperlukan untuk meningkatkan kelezatan akibat lemak yang dihilangkan.
Menurut saya artikel ini sangat bermanfaat dan membantu saya dalam proses diet
BalasHapusSemangar diet 😁
HapusAlhamdulillah setelah ada artikel ini saya sudah turun 6kg dari 80kg menjadi 74kg. Terima kasih.
BalasHapus👍
BalasHapusSangat bermanfaat zha :)
BalasHapus